Ekoteologi, Pesantren dan Gerakan Hijau Habblun Minal Alam
Ahmaddahri.my.id - Terkadang, kita begitu gagah ketika berbicara tentang agama. Dalil kita kuasai, kitab kita pelajari, dan perdebatan tentang hubungan manusia dengan Tuhan dapat berlangsung berjam-jam. Namun, di tengah kesungguhan itu, ada satu hal yang kadang luput dari pangdangan naluriah kita, bahwa bagaimana manusia memperlakukan kehidupan yang diciptakan oleh Tuhan sendiri. Kita berbicara tentang thaharah , tentang kesucian dan kebersihan, tetapi lingkungan di sekitar kita justru dibiarkan kotor. Kita mengajarkan amanah, tetapi belum tentu menyadari bahwa air yang kita gunakan, tanah yang kita pijak, pohon yang menaungi kita, dan udara yang kita hirup juga merupakan bagian dari amanah tersebut. Barangkali, di antara banyak hal yang perlu kita renungkan dalam beragama, salah satunya adalah jarak antara apa yang kita yakini dan bagaimana kita menjalani kehidupan. Di sinilah ekoteologi menemukan relevansinya. Sebagai seorang santri yang tidak hanya belajar di lingkungan pesant...