Kearifan dan Ganjal Geliat Fanatisme
Ahmaddahri.my.id - Konon, yang paling berbahaya bukanlah kebohongan. Tetapi, ketika kebenaran mulai kehilangan keberanian untuk mengoreksi dirinya sendiri. Menapaki jalan ke dalam diri dengan rangkaian imajinasi dan dayaguna akal pikiran, menaut ke dalam hati. Bisa jadi, kelak kita tidak lagi menanyakan, “Apakah ini benar?”, justru kita lebih dulu menanyakan tentang, “Siapa yang mengatakannya?” Sejak saat itu, ukuran kebenaran perlahan berpindah dari nilai kepada nama dan identitas, dari nurani kepada figur. Barangkali, di situlah perubahan sosial itu sedang berlangsung. Kita hidup di era yang apa-apa bisa begitu cepat mendapat respon, baik penghormatan, tepuk tangan, like dan dislike , bahkan apresasi dalam bentuk nominal pun juga menjadi bagian dari perubahan serta percepatan itu. Sayangnya, warisan luhur yang berupa kearifan berjalan sangat tertatih-tatih. Bentuknya adalah tidak sedikit figur dan sosok dihormati dengan penuh cinta, tetapi cinta itu perlahan kehilangan batas. T...






